Subnetting IPv6

Subnetting IPv6

Subneting IPv6
    Menurut Dhani Setiawan (2017) Saya rasa kita punya masalah yang sama kalau berurusan sama IPv6, bilangan hex. Kita, atau paling tidak saya terbiasa pakai desimal, heksadesimal kelihatannya asing dan sulit.Tapi sesuai judulnya, subnetting IPv6 bisa lebih mudah dari IPv4. Bagaimana bisa?
Karena penulisannya pakai hex, itu yang bikin gampang. Iya, jadi hex itu malah mempermudah, karena subnetting itu tidak lepas dari bit bilangan biner, sedangkan satu karakter heksadesimal sama dengan 4 bit biner.

    Menurut Kukuh Nugroho (2020) IPv6 adalah versi terbaru dari protokol Internet Protocol (IP), yang digunakan untuk mengirimkan data melalui jaringan internet. IPv6 dikembangkan untuk mengatasi masalah keterbatasan alamat IP dari versi sebelumnya (IPv4), yang hanya memiliki sekitar 4 miliar alamat yang dapat digunakan. IPv6 menyediakan jutaan alamat yang dapat digunakan, yang memungkinkan lebih banyak perangkat untuk terhubung ke internet dan meningkatkan skalabilitas jaringan.

    Jadi kesimpulanya IPv6 adalah versi terbaru dari protokol Internet Protocol yang digunakan untuk mengirimkan data melalui jaringan internet, dikembangkan untuk mengatasi masalah keterbatasan alamat IP dari versi sebelumnya (IPv4). Subnetting IPv6 dapat lebih mudah dikarenakan penulisannya menggunakan hexadecimal, dimana satu karakter hexadecimal sama dengan 4 bit biner. Ini membuat proses subnetting lebih mudah dan cepat.

Subneting IPv6
Subnet IPv6
Sumber https://ipcisco.com/wp-content/uploads/2018/10/ipv6-subnetting-www.ipcisco.com_.jpg

Kasus #1
Proses Subnetting IPv6
NA (awal) 2001:ACAD: 1234::/50
Jika diinginkan alamat network sebanyak 16? Tentukan nilai subnet-nya!

  1. Pertama, tentukan jumlah bit yang dibutuhkan untuk mencapai jumlah subnet yang diinginkan (dalam hal ini, 16 subnet). Karena 2 pangkat 4 sama dengan 16, maka kita butuh 4 bit untuk subnetting.
  2. Selanjutnya, kurangi jumlah bit dari mask original (50) dengan jumlah bit yang dibutuhkan untuk subnetting (4). Hasilnya adalah 46.
  3. Mask baru dapat dihitung dengan menambahkan jumlah bit yang dibutuhkan untuk subnetting (4) ke mask original (50). Mask baru adalah 54.
  4. Terakhir, hitung jumlah subnet yang tersedia dengan menggunakan rumus 2 pangkat jumlah bit yang tersisa setelah subnetting (2 pangkat 46). Jumlah subnet yang tersedia adalah 703687441776640.
  5. Jadi subnet-nya adalah 2001:ACAD:1234::/54
Kasus #2
Proses Subnetting IPv6
NA (awal) 2001:ODB8:E00::/58
Jika diinginkan alamat network sebanyak 4? Tentukan nilai subnet-nya!

  1. Pertama, tentukan jumlah bit yang dibutuhkan untuk mencapai jumlah subnet yang diinginkan (dalam hal ini, 4 subnet). Karena 2 pangkat 2 sama dengan 4, maka kita butuh 2 bit untuk subnetting.
  2. Selanjutnya, kurangi jumlah bit dari mask original (58) dengan jumlah bit yang dibutuhkan untuk subnetting (2). Hasilnya adalah 56.
  3. Mask baru dapat dihitung dengan menambahkan jumlah bit yang dibutuhkan untuk subnetting (2) ke mask original (58). Mask baru adalah 60.
  4. Terakhir, hitung jumlah subnet yang tersedia dengan menggunakan rumus 2 pangkat jumlah bit yang tersisa setelah subnetting (2 pangkat 56). Jumlah subnet yang tersedia adalah 72057594037927936.
  5. Jadi subnet-nya adalah 2001:ODB8:E00::/60
Catatan:sebelum melakukan subneting IPv6 kalian harus memahami konsep konverensi bilangan terlebih dahulu,dan harus memahami konsep IPv6
jika belum membaca bisa di baca di link bawah ini:



Daftar Pustaka


Setiawan, Dhani. 2017. Subnetting IPv6 bisa semudah IPv4, bahkan lebih mudah.
https://devnull.web.id/networking/subnetting-ipv6-mudah.html Diakses Pada 16 Januari 2023 Pukul 16.30 WIB

Nugroho, Kukus. 2020. (JarKom) 16 - Subnetting IPv6 (Bagian 1).
https://www.youtube.com/watch?v=TFSue5CzYoQ&t=1311s Diakses Pada 16 Januari 2023 Pukul 16.30 WIB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MA- Wireless (Mode, Channel, Security, Monitoring)

MA - Tunneling/Virtual Private Network

Subnetting IPv4 metode Classless Inter-Domain Routing (CIDR)