Open System Interconnection (OSI) Model
Model Open System Interconnection (OSI)
Nah balik lagi bersama mimin,kali ini mimin mau membahas topik mengenai OSI Layer,nah mungkin dari temen-temen yang sekolah di smk sudah pada tau nih apa itu OSI Layer,tapi kaliini mimin mau membahas sedikit dari para narasumber berikut.yuk langsung ke topik nya.
Apa itu OSI Layer
Menurut Muhammad Robith Adani Open System Interconnection atau OSI adalah model referensi yang diciptakan dari sebuah kerangka yang bersifat konseptual. Namun, saat ini telah berkembang dan menjadi sebuah standarisasi khusus berkaitan dengan koneksi komputer.
Menurut Ayoni Sulthon OSI merupakan singkatan dari Open System Interconnection yang mana menggunakan model referensi dengan bentuk konseptual. Saat ini OSI sudah menjadi standar koneksi pada komputer yang memang diciptakan untuk memenuhi suatu tujuan.
Jadi kesimpulan nya Open System Interconnection (OSI) adalah suatu kerangka yang bersifat konseptual yang dibuat untuk menghubungkan komputer. Saat ini, OSI telah tumbuh menjadi standar khusus yang digunakan untuk menghubungkan komputer, yang dibuat untuk mencapai tujuan tertentu. OSI adalah singkatan dari Open System Interconnection dan merupakan standar untuk menghubungkan komputer.
Daftar OSI Layer
Menurut Muhammad Robith Adani Lapisan OSI bekerja melalui prosedur sekuensial 7 lapisan. Jika Anda tidak memiliki akses internet di laptop Anda, itu berarti Anda mungkin memiliki masalah di setiap tingkat prosedur.
Menurut Ayoni Sulthon Pada sebuah OSI layer terdiri atas 7 lapisan yang mana tiap-tiap layer memiliki fungsi masing-masing.
Kesimpulan yang dapat diambil dari kedua pendapat tersebut adalah bahwa Lapisan OSI terdiri atas 7 lapisan yang memiliki fungsi masing-masing dan bekerja secara sekuensial. Jika Anda tidak memiliki akses internet di laptop Anda, maka masalah tersebut mungkin terjadi pada salah satu tingkat prosedur yang terdapat pada lapisan OSI.
Gambar OSI Model
Sumber:https://www.sekawanmedia.co.id/wp-content/uploads/2022/07/OSI-Network-Reference-Model-Wik06.png
1. Application Layer (Lapisan ke-7)
Menurut Muhammad Robith Adani Application layer adalah lapisan yang menjadi pusat (center) terjadinya suatu interaksi antara pengguna (end user) dengan aplikasi yang bekerja menggunakan fungsionalitas sebuah jaringan. Selain itu juga mempunyai fungsi untuk melakukan konfigurasi mengenai bagaimana cara aplikasi dapat bekerja menggunakan resource jaringan. Dan kemudian, dapat memberikan pesan saat terjadi sebuah kesalahan pada proses pengaturan jaringan. Contoh beberapa services dan protokol yang berada pada application layer adalah HTTP, SMTP, FTP (File Transfer Protocol), NFS, dan lain-lain.
Menurut Ayoni Sulthon Lapisan terakhir dari OSI adalah Application Layer yang memiliki fungsi berkomunikasi dengan penyedia interface di setiap jaringan protokol yang berasal dari aplikasi sebelumnya. OSI ini adalah lapisan teratas pada OSI dan sering menawarkan layanan yang diperlukan oleh aplikasi.
Menurut Muhammad Robith Adani dan Ayoni Sulthon, Lapisan Aplikasi (Application Layer) adalah lapisan teratas pada OSI yang memiliki fungsi berkomunikasi dengan penyedia interface di setiap jaringan protokol yang berasal dari aplikasi sebelumnya. Lapisan ini menjadi pusat (center) terjadinya suatu interaksi antara pengguna (end user) dengan aplikasi yang bekerja menggunakan fungsionalitas sebuah jaringan. Selain itu, lapisan ini juga memiliki fungsi untuk melakukan konfigurasi mengenai bagaimana cara aplikasi dapat bekerja menggunakan resource jaringan, serta memberikan pesan saat terjadi sebuah kesalahan pada proses pengaturan jaringan. Contoh beberapa services dan protokol yang berada pada application layer adalah HTTP, SMTP, FTP (File Transfer Protocol), NFS, dan lain-lain.
Dapat di simpulkan secara umum, pendapat Muhammad Robith Adani dan Ayoni Sulthon tentang lapisan aplikasi benar. Lapisan aplikasi merupakan lapisan teratas pada model referensi OSI (Open Systems Interconnection) yang bertugas menghubungkan aplikasi yang digunakan oleh pengguna dengan jaringan. Lapisan ini menyediakan interface yang dapat digunakan oleh aplikasi untuk berkomunikasi dengan jaringan, serta mengatur bagaimana aplikasi dapat menggunakan resource jaringan dengan benar. Beberapa contoh protokol yang digunakan pada lapisan aplikasi adalah HTTP, SMTP, FTP, dan NFS.
Gambar Ilustrasi
Sumber:https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzAHpCan_hP7eQ0wOIO41KXbKdRsiT2rBmRtaXadrDMHsB53tA6C_aCrxxY7dQp_8wuqp2QaH7ijQhTm3B6NMIenqQFrwFbsiv34Y50iru5McYItLUsQ4ZHpw1lKpYvLlrCrXeqPyTW5E/s1600/osi_model.jpg
2. Presentation Layer (Lapisan ke-6)
Menurut Muhammad Robith Adani Lapisan yang keenam adalah presentation layer, dimana mempunyai fungsi untuk mentranslasikan format data yang akan ditransmisikan oleh aplikasi melalui jaringan, ke dalam format yang dapat ditransmisikan oleh sebuah jaringan. Pada layer ini, data juga akan ter-enkripsi dan dekripsi melalui sistem. Contoh protokol yang berada pada presentation layer adalah MIME, SSL (Socket Secure Layer), TLS, Redirector Software (contohnya Windows NT, Network Shell, atau Remote Desktop Protocol (RDP)), dan lain sebagainya.
Menurut Ayoni Sulthon perlu diketahui fungsi dari OSI layer keenam. Layer tersebut dinamakan Presentation Layer yang mana berperan dalam identifikasi terhadap sintaks yang dipakai suatu host jaringan untuk berkomunikasi. Layer ini perlu memberikan enkripsi maupun deskripsi informasi maupun data yang nantinya dapat dipakai dalam lapisan aplikasi.
Kesimpulan yang dapat diambil dari kedua pendapat tersebut adalah bahwa Lapisan Presentasi (Presentation Layer) adalah lapisan ke-enam pada OSI yang memiliki fungsi untuk mentranslasikan format data yang akan ditransmisikan oleh aplikasi melalui jaringan, ke dalam format yang dapat ditransmisikan oleh sebuah jaringan. Pada lapisan ini, data juga akan ter-enkripsi dan dekripsi melalui sistem. Lapisan ini juga berperan dalam identifikasi terhadap sintaks yang dipakai suatu host jaringan untuk berkomunikasi dan memberikan enkripsi maupun deskripsi informasi maupun data yang nantinya dapat dipakai dalam lapisan aplikasi. Contoh protokol yang berada pada lapisan ini adalah MIME, SSL (Socket Secure Layer), TLS, Redirector Software (contohnya Windows NT, Network Shell, atau Remote Desktop Protocol (RDP)), dan lain sebagainya.
3. Session Layer (Lapisan ke-5)
Menurut Muhammad Robith Adani Session layer merupakan lapisan yang berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana sebuah koneksi dapat dibuat, dikelola, dan dikembangkan. Contoh protokol yang berada pada session layer adalah NFS, SMB, RTP, dan lain-lain.
Contoh lain dalam beberapa protokol model ini antara lain:NETBIOS adalah suatu session pada interface dan protokol yang dikembangkan langsung oleh IBM, serta menyediakan layanan menuju presentation layer dan application layer;
NETBEUI (NETBIOS Extended User Interface) adalah fase pengembangan dari NETBIOS yang digunakan untuk kebutuhan produk Microsoft Networking, contohnya Windows NT dan LAN Manager;
ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol);
PAP (Printer Access Protocol) adalah mekanisme yang terdapat dalam printer Postscript untuk proses pengaksesan pada jaringan AppleTalk. Menurut Ayoni Sulthon OSI layer juga memiliki layer kelima dengan ada maksudnya. Layer kelima tersebut adalah Session Layer yang mana mengendalikan koneksi dialog maupun melakukan pengelolaan terhadap koneksi suatu komputer. Bahkan layer ini bisa juga melakukan pemutusan koneksi internet yang ada pada suatu komputer.
Kesimpulan yang dapat diambil dari kedua pendapat tersebut adalah bahwa Lapisan Sesi (Session Layer) adalah lapisan ke-lima pada OSI yang berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana sebuah koneksi dapat dibuat, dikelola, dan dikembangkan. Lapisan ini juga mengendalikan koneksi dialog serta melakukan pengelolaan terhadap koneksi suatu komputer, termasuk juga pemutusan koneksi internet yang ada pada suatu komputer. Contoh protokol yang berada pada lapisan ini adalah NFS, SMB, RTP, NETBIOS, NETBEUI, ADSP, dan PAP.
Contoh lain dalam beberapa protokol model ini antara lain:NETBIOS adalah suatu session pada interface dan protokol yang dikembangkan langsung oleh IBM, serta menyediakan layanan menuju presentation layer dan application layer;
NETBEUI (NETBIOS Extended User Interface) adalah fase pengembangan dari NETBIOS yang digunakan untuk kebutuhan produk Microsoft Networking, contohnya Windows NT dan LAN Manager;
ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol);
PAP (Printer Access Protocol) adalah mekanisme yang terdapat dalam printer Postscript untuk proses pengaksesan pada jaringan AppleTalk. Menurut Ayoni Sulthon OSI layer juga memiliki layer kelima dengan ada maksudnya. Layer kelima tersebut adalah Session Layer yang mana mengendalikan koneksi dialog maupun melakukan pengelolaan terhadap koneksi suatu komputer. Bahkan layer ini bisa juga melakukan pemutusan koneksi internet yang ada pada suatu komputer.
Kesimpulan yang dapat diambil dari kedua pendapat tersebut adalah bahwa Lapisan Sesi (Session Layer) adalah lapisan ke-lima pada OSI yang berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana sebuah koneksi dapat dibuat, dikelola, dan dikembangkan. Lapisan ini juga mengendalikan koneksi dialog serta melakukan pengelolaan terhadap koneksi suatu komputer, termasuk juga pemutusan koneksi internet yang ada pada suatu komputer. Contoh protokol yang berada pada lapisan ini adalah NFS, SMB, RTP, NETBIOS, NETBEUI, ADSP, dan PAP.
4. Transport Layer (Lapisan ke-4)
Menurut Muhammad Robith Adani Transport layer mempunyai fungsi untuk memecah data menjadi paket-paket data, serta memberikan nomor urut untuk setiap paketnya. Sehingga, nantinya dapat disusun kembali saat sampai pada tujuan. Pada layer ini juga menentukan protokol yang akan digunakan untuk mentransmisikan data, seperti protokol TCP dan UDP. Protokol tersebut akan mengirimkan paket data, sekaligus memastikan bahwa setiap paket telah diterima dengan sukses dan tepat sasaran. Selain itu, juga dapat mentransmisikan ulang terhadap paket yang hilang atau rusak ketika proses pengiriman. Transport layer data dapat menyediakan transfer yang transparan dan reliable antara kedua titik akhir. Lapisan ini juga menyediakan proses multiplexing, kendali aliran (flow control), serta proses pemeriksaan error dan perbaikannya.
Menurut Ayoni Sulthon layer keempat ini disebut dengan Transport Layer, karena memang peranannya dalam menyalurkan bit. Beberapa fungsi spesifik dari layer ini yang lainnya adalah: Memecahkan data yang akan dimasukkan ke dalam beberapa paket data. Melakukan transmisi data mulai dari session sampai ke network layer dan ini berlaku juga hal sebaliknya. Setiap paket-paket data yang ada akan diberikan penomoran oleh layer ini, sehingga memudahkan penyusunan ulang dengan mudah. Melakukan pengulangan terhadap proses transmisi yang ada dalam paket data yang hilang. Berkat adanya layer keempat ini, maka data bisa disalurkan dari server menuju ke pengguna tanpa mengalami gangguan. Layer keempat ini juga memiliki peranan penting dalam sebuah jaringan protokol.
Kesimpulan yang dapat diambil dari kedua pendapat tersebut adalah bahwa Lapisan Transport (Transport Layer) adalah lapisan ke-empat pada OSI yang memiliki fungsi untuk memecah data menjadi paket-paket data, serta memberikan nomor urut untuk setiap paketnya sehingga dapat disusun kembali saat sampai pada tujuan. Lapisan ini juga menentukan protokol yang akan digunakan untuk mentransmisikan data, seperti protokol TCP dan UDP, serta mentransmisikan ulang paket yang hilang atau rusak ketika proses pengiriman. Lapisan ini menyediakan transfer yang transparan dan reliable antara kedua titik akhir, serta melakukan proses multiplexing, kendali aliran (flow control), serta proses pemeriksaan error dan perbaikannya. Lapisan ini juga memiliki peranan penting dalam sebuah jaringan protokol dan membantu menyalurkan data dari server menuju ke pengguna tanpa mengalami gangguan.
5. Network Layer (Lapisan ke-3)
Menurut Muhammad Robith Adani Tugas dari network layer adalah membuat header untuk paket yang berisi informasi IP (Internet Protocol), baik IP pengirim atau IP tujuan data. Pada suatu kondisi, network layer juga melakukan proses routing melalui internetworking dengan menggunakan bantuan router dan switch pada layer ke-3.
Menurut Ayoni Sulthon Lapisan ketiga dari OSI memiliki tugas untuk mendefinisikan alamat IP dan ini yang membuat setiap komputer dapat saling terkoneksi dalam 1 jaringan. Network layer ini memiliki fungsi lain berupa pelaksanaan proses routing dan membuat header untuk setiap paket data yang ada.
Kesimpulan yang dapat diambil dari kedua pendapat tersebut adalah bahwa Lapisan Jaringan (Network Layer) adalah lapisan ke-tiga pada OSI yang memiliki tugas untuk membuat header untuk paket yang berisi informasi IP (Internet Protocol), baik IP pengirim atau IP tujuan data. Lapisan ini juga melakukan proses routing melalui internetworking dengan menggunakan bantuan router dan switch, serta mendefinisikan alamat IP yang memungkinkan setiap komputer dapat saling terkoneksi dalam satu jaringan.
6. Data-Link Layer (Lapisan ke-2)
Menurut Muhammad Robith Adani Pada data-link layer memiliki tugas untuk menentukan setiap bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut dengan frame. Pada level ini juga terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan hardware atau perangkat keras (seperti halnya pada MAC Address (Media Access Control Address)). Serta, menentukan bagaimana perangkat jaringan seperti hub, repeater, bridge, dan switch pada layer 2 dapat beroperasi. Untuk spesifikasi IEEE 802, dapat membagi tingkatan menjadi 2 level, yaitu lapisan Media Access Control (MAC) dan lapisan Logical Link Control (LLC). Fungsi dari LLC adalah mampu menyiapkan proses transimi kembali dari kegagalan paket saat terindikasi. Selain itu, fungsi dari lapisan MAC adalah mampu mengkoordinasikan proses akses langsung terhadap physical layer dengan metode media akses kontrolnya. Contoh dari MAC sendiri adalah Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection (CSMA/CD), dan Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance (CSMA/CA). CSMA/CD adalah metode dalam Media Access Control (MAC) yang digunakan oleh jaringan pada Ethernet. Dengan menggunakan metode tersebut, sebuah node jaringan akan mengirim data menuju node tujuan yang mempunyai tugas untuk memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk kebutuhan transfer lainnya. Apabila dalam tahap pengecekan terjadi tabrakan (collision) antar transmisi, maka node diharuskan untuk mengulangi permohonan (request) pengiriman dalam selang waktu berikutnya secara acak (random). Sehingga, jaringan menjadi lebih efektif dan dapat digunakan secara bergantian. CSMA/CA adalah protokol contention dalam jaringan yang dapat melakukan proses analisa kondisi jaringan komputer, supaya dapat menghindari terjadinya collision. Tidak seperti metode CSMA/CD yang menggunakan konfigurasi transmisi jaringan saat terjadi tabrakan. CSMA/CA lebih mengonsumsi traffic karena sebelum proses transmisi data, akan melakukan pengiriman sinyal melalui broadcast pada jaringan untuk mendeteksi sebuah skenario atau kemungkinan terjadinya collision.
Menurut Ayoni Sulthon Lapisan kedua dari OSI adalah Data Link Layer. Lapisan tersebut memiliki peranan memeriksa bila terjadi kesalahan dalam menyalurkan transmisi terhadap bit data. Kesalahan transmisi tersebut sangat mungkin terjadi di layer pertama. Guna mencegah kesalahan tersebut lapisan kedua OSI ini akan membungkus bit sampai membentuk data frame. Peranan lainnya dari layer ini adalah melakukan pengelolaan terhadap skema pengamatan fisik, seperti MAC yang terdapat pada sebuah jaringan. Fungsi dari layer kedua ini paling rumit daripada layer OSI yang lainnya. Akibat fungsinya yang rumit, lapisan kedua OSI ini dibagi menjadi 2 sublayer yakni MAC dan LLC. MAC memiliki kepanjangan Media Access Control dan LLC merupakan singkatan dari Logical Link Control. MAC berfungsi sebagai pengontrol perangkat sebuah jaringan yang mendapatkan koneksi ke medium. MAC juga berperan dalam memberikan izin saat melakukan transmisi bit. Sedangkan LLC memiliki fungsi identifikasi dan membungkus protokol network layer. Fungsi terakhir dari LLC ini adalah melakukan pemeriksaan bila terjadi kesalahan penyaluran transmisi bit.
Kesimpulan yang dapat diambil dari kedua pendapat tersebut adalah bahwa Lapisan Tautan Data (Data Link Layer) adalah lapisan ke-dua pada OSI yang memiliki tugas untuk menentukan setiap bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut dengan frame. Lapisan ini juga melakukan koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan hardware atau perangkat keras (seperti MAC Address), serta menentukan bagaimana perangkat jaringan seperti hub, repeater, bridge, dan switch pada lapisan ini dapat beroperasi. Lapisan ini dapat dibagi menjadi 2 sublapisan, yaitu Media Access Control (MAC) dan Logical Link Control (LLC), dimana MAC bertugas sebagai pengontrol perangkat jaringan yang mendapatkan koneksi ke medium, serta memberikan izin saat melakukan transmisi data. Sementara itu, LLC bertugas untuk mempersiapkan proses transmisi kembali dari kegagalan paket saat terindikasi, serta mengatur kontrol tautan log
7. Physical Layer (Lapisan ke-1)
Menurut Muhammad Robith Adani Dan model OSI Layer terakhir dan yang paling utama adalah physical layer. Fungsinya adalah untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, sinkronisasi bit, metode pensinyalan, serta membangun arsitektur jaringan seperti Ethernet, pengkabelan, dan topologi jaringan. Pada tahapan atau level ini juga mendefinisikan mengenai bagaimana sebuah NIC (Network Interface Card) dapat berinteraksi secara langsung dengan media kabel dan perangkat radio. Untuk setiap pengiriman data melalui tiap layer, dapat dianalogikan seperti anda mengirim surat. Proses dalam data biner dikodekan dalam bentuk yang mampu ditransmisi melalui media jaringan. Contohnya adalah transceiver, konektor, dan kabel yang terkait dengan physical layer. Contoh lain dari peralatan atau perangkat pada lapisan 1 ini adalah hub, repeater, dan network card.
Menurut Ayoni Sulthon Layer pertama dari OSI adalah Physical Layer. Lapisan pertama ini memiliki fungsi sebagai transmisi terhadap bit data. Physical layer pengirim akan melakukan transmisi menuju ke physical layer penerima. Jenis sinyal transmisi yang dipakai juga tidak sembarangan, sehingga memungkinkan penerimaan sinyal dengan baik. Jenis sinyal tersebut harus didukung media fisik, seperti kabel, tegangan listrik, infrared, cahaya biasa, maupun frekuensi radio. Jika lapisan pertama sudah selesai melakukan tanggung jawabnya, maka sinyal transmisi akan diteruskan ke layer kedua.
Berdasarkan kedua pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa lapisan pertama dari model OSI adalah Physical Layer yang memiliki fungsi untuk mengatur transmisi bit data melalui media fisik seperti kabel atau frekuensi radio. Physical Layer juga bertanggung jawab untuk menentukan jenis sinyal transmisi yang sesuai dengan media fisik yang digunakan agar sinyal dapat diterima dengan baik oleh penerima. Layer ini juga terkait dengan peralatan seperti hub, repeater, dan network card.
Setelah menyelami berbagai sumber dan mempertimbangkan segala sisi, saya berharap tulisan ini dapat memberikan wawasan yang berguna bagi Anda dan menjadi sumber referensi yang terpercaya di masa yang akan datang. Terima kasih atas perhatiannya.
DAFTAR PUSTAKA
Adani, Muhammad Robith. 2021. 7 OSI Layer: Pengertian, Fungsi, Lapisan, dan Cara Kerja.https://www.sekawanmedia.co.id/blog/osi-layer-adalah/ Diakses pada 09 Januari 2023 Pukul 09.12 WIB.
Sulthon, Ayoni. 2021. Apa Itu OSI Layer? 14+ Penjelasan, Pengertian, Daftar Terlengkap.https://www.domainesia.com/berita/apa-itu-osi-layer-penjelasan-pengertian/ Diakses Pada 09 Januari 2023 Pukul 10.15 WIB.


Komentar
Posting Komentar